Selasa, 14 Februari 2012

MUSIBAH PUTING BELIUNG DI PANGANDARAN



CIAMIS, (PRLM).- Ratusan warung tenda di kawasan harim laut Pantai Pangandaran, Kabupaten Ciamis porak poranda diterjang angin puting beliung yang disertai hujan lebat. Selain itu, belasan perahu nelayan yang diparkir di pantai barat Pangandaran rusak serta bergeser dari tempat akibat kuatnya putaran angin.
Kejadian yang berlangsung pada Selasa (14/2) sekitar pukul 4.00 WIB, juga tidak pelak membuat suasana Desa Pananjung dan Pangandaran sempat mencekam. Sebagian warga, terutama yang tinggal di tepi pantai ketakutan merasakan kuatnya tiupan angin disertai dengan suara gemuruh dari arah laut. Sejumlah pohon juga tumbang hingga menimpa warung tenda.
Kerusakan paling parah terjadi di pantai timur. Sekitar 450 lapak tenda biru di sepanjang harim laut mulai dari sekitar bulak laut hingga sekitar delapan ratus meter arah utara, rusak. Tidak hanya terpal atap warung yang diminasi warna biru atau dikenal dengan tenda biru, sejumlah barang dagangan juga terbang ditiup angin. Barang tersebut tersangkut di pepohonan.
Hingga siang, pemilik warung sibuk membenahi barang dagangan maupun tendanya yang hancur. Sementara warga yang rumahnya rusak ringan juga membetulkan genteng atapnya yang merosot.
"Di pantai timur ada lima warung tenda hancur, sedangkan di pantai barat paling tidak ada 500 warung rusak. Wilayah yang rusak mulai dari sekitar Hotel Bumi Nusantara sampai dengan Bulak laut, sekitar 800 meter. Kejadiannya hanya berlangsung di tepi pantai," kata seorang warga, Heru Haerudin,
Heri mengatakan bahwa kejadian tersebut terjadi hanya diwilayah pantai, sedangkan kawasan permukiman, relatif aman dari terjangan angin puting beliung.
Camat Pangandaran, Dedy Mudyana mengatakan sebagian besar kerusakan akibat putting beliung menimpa warung tenda biru. Selain itu tiga rumah warga rusak ringan, 16 perahu rusak, tiga di antaranya rusak berat, serta banyak pohon tumbang.
"Kami masih melakukan pendataan kerusakan dan kerugian. Paling parah lokasi warung tenda biru di sekitar harim laut pantai barat. Banyak yang ambruk, dan barang dagangan rusak," tuturnya.
Lebih lanjut dia menambahkan bahwa berdasarkan pendataan, tercatat 79 kios yang hancur, sedanghkan lainnya rusak sedang, dan ringan. Kemduian 13 perahu rusak ringan dan 3 rusak berat, 3 rumah rusak ringan akibat gentengnya mersosot. Diperkirakan kerugiannya mencapai Rp 460 juta. "Kami masih menginventarisir kerusakan dan kerugian. Yang pasti tidak ada korban jiwa," katanya. (A-101/A-108)***

Sumber : PIKIRAN RAKYAT 

Video

courtesy youtube

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | cheap international calls